Belajar SAINS dengan Menyenangkan




Siapa disini yang suka pelajaran sains?
Atau malah sebaliknya yaa?
Baiklah. Kali ini kita akan membahas bagaimana cara belajar sains yang menyenangkan. Ilmu sains atau dikenal juga dengan pelajaran IPA terkadang dianggap pelajaran yang sulit dan membosankan oleh anak. Padahal pelajaran IPA merupakan pelajaran yang menyenangkan lho. Jika kita tahu bagaimana triknya.

IPA merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan Alam, jadi yang dipelajari adalah tentang Alam. Maka cara yang paling mudah dan menyenangkan dalam mempelajarinya adalah “terjun langsung” ke Alam itu.
Bisa disengaja mengunjungi “alam” atau lingkungan yang cocok dengan materi pelajaran IPA anak, atau juga mengambil materi pelajaran dari “alam” itu sendiri.

Wisata alam yang bisa dikunjungi untuk belajar Ilmu Pengetahuan Alam secara langsung


Misalnya ketika Bunda beserta keluarga sedang wisata ke kolam renang. Maka pada saat masuk ke kolam, anak sudah bisa kita ajak bermain dengan sains. Suruh anak berjalan di dalam kolam, kemudian tanyakan kepada anak, “Mana yang lebih susah ketika berjalan di dalam kolam daripada berjalan di luar?


Nah dari jawaban anak kita bisa memasukkan konsep pelajaran IPA tanpa dia sadari. Ketika anak menjawab lebih berat atau lebih susah berjalan di dalam kolam, kita bisa bertanya kembali untuk mengajak anak berpikir, “Kenapa bisa lebih berat yaa..?” Maka bunda akan mendengar jawaban-jawaban lucu dan unik buah pemikiran dari anak-anak.


Setelah mereka mengatakannya, baru kita meluruskan dengan konsep sains yang ada, kita jelaskan tentang adanya gaya tekan zat cair, gaya angkat zat cair, dan hukum archimedes serta memberikan contoh fenomena lainnya yang relevan, tapi tetap masih dalam mode permainan. Dengan seperti itu maka anak-anak tidak akan merasa mereka sedang belajar IPA, mereka hanya merasa kalau sedang main air hehehe.


Untuk materi Sains lainnya juga bisa kita gunakan metode “langsung ke alam” seperti itu, misalkan materi pelajaran jenis rangkaian listrik, untuk rangkaian seri baterai bisa kita lakukan dengan langsung membuka baterai senter, maka terlihatlah bagaimana bentuk asli dari rangkaian seri itu. Dan untuk rangkaian paralel bisa langsung di contohkan dengan rangkaian listrik di rumah.


Ketika bunda mematikan lampu kamar, katakan kepada anak: “Coba lihat apakah lampu ruang tamu ikut mati atau tetap hidup?” Jika tetap hidup, itu artinya lampu kamar tidak terhubung secara langsung dengan lampu ruang tamu. Maka itulah yang namanya rangkaian paralel, sementara untuk rangkaian campuran, jika tidak bisa menunjukkan langsung, Bunda bisa memperlihatkan gambar animasi rangkaian listrik campuran seperti contoh dibawah ini!


Animasi: tematiku.gif


Berdasarkan gambar simulasi tersebut kita bisa menjelaskan kepada anak konsep rangkaian campuran, bagian lampu mana yang tetap hidup dan mati ketika saklar di on/off kan. Untuk lebih menyenangkan lagi kita bisa melakukan simulasi dan praktikum langsung menggunakan bahan-bahan sederhana yang ada di rumah seperti bohlam, kabel, dan baterai. Selengkapnya InsyaAllah kita bahas di konten Sains berikutnya ya.

Semoga bermanfaat untuk mendampingi putra-putri nya ya Bunda.

Peluk hangat,
Julita Kartini,S.Pd

5 komentar:

  1. MasyaaAllah tabarakallaah.. Pembuka rubrik Sainsnya kereeennn 👏👍 Lihat rangkaian listriknya saya langsung deg2an 😂 padahal betul ya kalau anak2 diajak belajar sambil praktek lihat langsung, insyaAllah lebih sukaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jazakillah khair mbak.. Semoga bermanfaat ya mbak dien.. 😆
      Pas bikin konten ini juga deg-deg an mbak, takut tidak menarik🤭

      Hapus
  2. Asyik belajar begini , maasyaa Allah 😍

    BalasHapus
  3. Wahh terima kasih, catatan banget ini, belajar sains dekatkan ke kehidupan sehari-hari rasanya jadi mudah,,,terima kasih mba Juli...

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung ke blog Serabi Belajar.